Game
Edukasi
Rahma Solecha Najib*
1102414032
Perkembangan teknologi yang pesat membawa dampak yang cukup besar bagi
kita, segala kemudahan yang diberikan atas kecanggihan teknologi yang ada
membuat segalanya mudah untuk di kerjakan, seperti mengirim kabar kepada
saudara, jika dulu kita perlu mengirim surat ke kantor pos dan memerlukan waktu
untuk mengirimnya, sekarang hanya dengan berkomunikasi lewat telephone hingga video call dapat kita nikmati dengan
mudah dan cara yang cepat. Perkembangan teknologi yang pesat ini tentunya
merambah di dunia pendidikan, salah satu contohnya adalah lahirnya Game
Edukatif, yang merupakan sebuah inovasi yang dibuat dengan memadukan unsur
teknologi game dan bidang pendidikan. Game Edukatif hadir untuk membantu
mengatasi kemonotonan dalam pembelajaran, kesulitan belajar yang di alami anak
didik menjadi alasan terciptanya game edukatif ini selain untuk mengikuti
perkembangan teknologi yang pesat.
Sebelumnya akan dijelaskan mengenai pengertian game edukasi, Menurut Buckingham dan Scalon (2002)
mengemukakan dalam terjemahan bahwa sebenarnya tanpa disadari game dapat
mengajarkan banyak keterampilan dan game dapat dijadikan sebagai salah satu
alternatif pendidikan. Penggunaan Game Edukasi sebagai alternatif proses
pembelajaran tentulah sangat baik karena dinilai baik dan positif, sesuai
dengan penelitian yang dilakukan dengan game edukasi ini anak lebih bersemangat
dan termotivasi untuk belajar karena anak diajak belajar sambil bermain
sehingga tidak menimbulkan rasa bosan pada diri anak (Fitri Yeni, Yarmis Hasan,
Tarmansyah, 2013).
Fungsi permainan edukasi adalah sebagai berikut: 1.)
Memberikan ilmu pengetahuan kepada anak melalui proses pembelajaran bermain
sambil belajar; 2.) Merangsang pengembangan daya pikir, dan daya cipta dan
bahasa agar dapat menumbuhkan sikap, mental, serta akhlak yang baik; 3.)
Menciptakan lingkungan bermain yang menarik, memberikan rasa aman dan
menyenangkan; 4.) Meningkatkan kualitas pembelajaran anak.
Bermain memiliki peranan yang penting dalam perkembangan
anak, yaitu 1.) Kemampuan motorik, bahwa bermain memungkinkan anak bergerak
secara bebas sehingga pada saat bermain anak berlatih menyesuaikan antara
pikiran dan gerakan menjadi suatu keseimbangan, 2.) Kemampuan kognitif, menurut
Piaget, anak belajar memahami pengetahuan dengan berinteraksi melalui obyek
yang ada di sekitarnya. Bermain memberikan kesempatan kepada anak untuk
berinteraksi dengan obyek, 3.) Kemampuan aktif, setiap permainan memiliki aturan.
Oleh karena itu, bermain akan melatih anak menyadari adanya aturan dan
pentingnya memahami aturan. Hal itu merupakan tahap awal dari perkembangan
moral (afeksi), 4.) Kemampuan bahasa, pada saat bermain anak dapat menggunakan
bahasa, baik untuk berkomunikasi bersama temannya maupun sekedar menyatakan
pikirannya (thinking alound). (S Zubaidah - 2010).
Dalam proses pelaksanaan game edukasi sangat mudah, karena
sudah didukung dengan berbagai teknologi yang banyak sekali jenisnya, termasuk
aplikasi Mobile, jadi game edukatif ini tidak hanya bisa diterapkan pada
Komputer, Laptop, dan tablet, sekarang ini sudah bisa diterapkan pada teknologi
berbasis Mobile, jadi di manapun dan kapanpun dapat digunakan. Sebagai contoh
mekanisme penggunaan game edukasi
untuk pembelajaran misalnya dalam permainan mewarnai, anak anak diberikan
sebuah gambar, dimana gambar tersebut hanya berupa gambar namun tidak ada
warnanya, lalu ada diberi kesempatan untuk memberikan warna yang menurutnya
cocok dan menarik, kemudian hasil dari pewarnaan gambar anak tersebut dapat
digunakan oleh orang tua atau pendidik untuk mengetahui sampai mana kreativitas
anak didik tersebut.
Keunggulan
game edukasi antara lain; 1) Game menjadi suatu alternatif dalam
mengajarkan pengetahuan dan membangun keterampilan pada anak, 2.) Tingkat
pemahaman siswa akan suatu materi akan semakin mudah diperoleh karena game edukatif memberikan visual yang
menarik, 3.) Game edukasi merupakan game yang bertujuan bukan hanya untuk
menghibur, melainkan di dalamnya terdapat pengetahuan yang disampaikan kepada
penggunanya.
Sedangkan
kekurangannya adalah a.) Minat yang minim saat ini minat masyarakat terhadap
game edukasi masih sangat minim. Pasalnya apabila orang mendengar kata game
edukasi mereka akan langsung berpikiran bahwa game tersebut membosankan dan
tidak menarik. b.) Game play yang monoton Game play yang cenderung itu-itu saja
menambah kesan membosankannya game edukasi. Dengan game play yang monoton tentu orang akan menjadi malas memainkan
game ini, dan alhasil perkembangan game edukasi pun menjadi terhambat, c.) Masyarakat
lebih senang dengan game-game non
edukasi yang saat ini masih merajai dunia game.
Daftar Pustaka
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.
Jakarta: Rineka Cipta.
PIP Jones. 2013. Pengantar Teori-Teori Sosial. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor
Indonesia
Enka, Muhammad. 2010. Game Sebagai
Sarana Edukasi. Diunduh dari http://www.scribd.com/doc/40624797/Game-Sebagai-Sarana-Edukasi#scribd,
pada tanggal 27 September 2015
Jurnal :
Gerald
Schaefer· Matthew Tallyn·Daniel Felton·William Plant·David Edmundson. (2014).
Interactive browsing of image collections on mobile Devices. http://link.springer.com/article/10.1007/s11042-014-1875-8